Senin, 23 Februari 2015

LOMBA FOTO BIDANG PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2015

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2015, Pusat Informasi dan Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (PIH Kemdikbud), menyelenggarakan Lomba Foto
Bidang Pendidikan dan Kebudayaan 2015.

Tema Lomba adalah: “Penguatan Pelaku Pendidikan: siswa, guru, orangtua, dan kepala sekolah”

Subtema:

  1. Sekolah sebagai tempat yang menyenangkan
  2. Pendidikan sebagai proses kegembiraan
  3. Memuliakan guru
  4. Peran orangtua dan guru dalam membangun karakter kejujuran siswa
Kriteria Lomba:
  1. Kategori lomba foto meliputi 3 kategori yaitu kategori pelajar, kategori guru dan/atau orangtua siswa, serta kategori wartawan.
  2. Foto adalah karya asli, tidak rekayasa, duplikatif, replikatif, ataupun reproduksi.
  3. Foto belum pernah/tidak sedang diikutsertakan dalam lomba apapun.
  4. Fotografer bukan pegawai Kemdikbud Pusat.
  5. Pengambilan foto dapat menggunakan kamera DSLR, kamera saku, maupun kamera smartphone high resolution.
  6. Peserta dapat mengirimkan maksimal 5 foto.
  7. Pengiriman foto dalam format JPEG dengan ukuran maksimum 2,50 MB per foto, resolusi 72 per inch, berwarna (full colour), dan dibuat pada tanggal 1 Januari s.d 2 April 2015, ke email: lombafoto@kemdikbud.go.id, paling lambat tanggal 2 April 2015, pukul 16.00 WIB, dengan mencantumkan judul foto dan narasi singkat.
  8. Setiap peserta wajib melampirkan identitas pengirim yaitu: nama lengkap, akun twitter, alamat, email, nomor telpon/handphone, fotocopy Kartu Pelajar untuk pelajar, fotocopy KTP/SIM dan Kartu Keluarga untuk guru dan/atau orangtua siswa.
  9. Semua foto yang disertakan dalam lomba, wajib diunggah di akun twitter peserta dengan mention ke akun @kemdikbud_RI dan menggunakan tagar #lombafotokemdikbud.
  10. Khusus kategori wartawan, karya fotonya sudah pernah dimuat di media cetak atau media online, disertai bukti pemuatan dan melampirkan kartu pers.
  11. Karya Foto yang telah dikirim menjadi milik panitia untuk kepentingan publikasi dan hak siar Kemdikbud.
  12. Pengumuman hasil lomba melalui www.kemdikbud.go.id, facebook Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, serta twitter @kemdikbud_RI pada bulan Mei 2015.
  13. Pemenang I, II, dan III tiap kategori berhak atas piagam penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan uang tunai masing-masing sebesar:

  14. Juara I : Rp 10.000.000 (dipotong pajak)
    Juara II : Rp 7.500.000 (dipotong pajak)
    Juara III : Rp 5.000.000 (dipotong pajak)
  15. Keputusan panitia bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat. Panitia berhak menggugurkan karya foto apabila diketahui tidak sesuai dengan kriteria lomba.

Jakarta, Februari 2015
Panitia Lomba

Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat

SUMBER : kemdikbud.go.id

LOMBA PENULISAN ARTIKEL DAN FEATURES BIDANG PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2015

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2015, Pusat Informasi dan Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (PIH Kemdikbud), menyelenggarakan Lomba Penulisan Artikel dan Features Bidang Pendidikan dan Kebudayaan 2015.

Tema Lomba adalah: “Penguatan Pelaku Pendidikan: siswa, guru, orangtua, dan kepala sekolah”

Subtema:

a. Sekolah sebagai tempat yang menyenangkan
b. Pendidikan sebagai proses kegembiraan
c. Memuliakan guru
d. Peran orangtua dan guru dalam membangun karakter kejujuran siswa

Kriteria Lomba:

  1. Lomba penulisan artikel untuk guru dan/atau orangtua siswa, dan lomba penulisan karangan khas  (features) untuk wartawan media cetak.
  2. Artikel dan features adalah karya asli, tidak duplikatif atau replikatif.
  3. Artikel dan features belum pernah/tidak sedang diikutsertakan dalam lomba apapun.
  4. Artikel dan features telah dimuat pada media massa cetak (nasional, daerah, maupun media internal institusi) yang terbit di Indonesia. Kategori Artikel dimuat pada periode 1 November 2014 s.d 2 April 2015, sedangkan kategori Features dimuat pada periode 1 Januari s.d 2 April 2015.
  5. Tulisan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  6. Peserta bukan pegawai Kemdikbud Pusat
  7. Peserta dapat mengirimkan maksimal 5 naskah artikel dan features.
  8. Pengiriman naskah artikel dan features dilampirkan bukti pemuatan paling lambat tanggal 2 April 2015 (cap pos) dan diterima panitia paling lambat tanggal 7 April 2015, dikirim ke alamat panitia lomba: Pusat Informasi dan Humas, Gedung C lt. 4, Kemdikbud, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat 10270.
  9. Setiap peserta wajib melampirkan identitas pengirim yaitu: nama, alamat, email, nomor telpon/handphone, dan fotocopy kartu identitas KTP/SIM. Khusus wartawan untuk kategori features juga melampirkan kartu pers.
  10. Pengumuman hasil lomba melalui www.kemdikbud.go.id, facebook: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, serta twitter @kemdikbud_RI pada bulan Mei 2015.
  11. Pemenang I, II, dan III tiap kategori berhak atas piagam penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan uang tunai masing-masing sebesar:
    Juara I : Rp 10.000.000 (dipotong pajak)
    Juara II : Rp 7.500.000 (dipotong pajak)
    Juara III : Rp 5.000.000 (dipotong pajak)
  12. Keputusan panitia bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat. Panitia berhak menggugurkan pemenang apabila diketahui tidak sesuai dengan kriteria lomba.


Jakarta, 20 Februari 2015
Panitia Lomba

Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat

SUMBER : kemdikbud.go.id

Sabtu, 21 Februari 2015

Lomba Menulis Surat Remaja 2015 Berhadiah Total Rp36 Juta

Pemerintah terus berupaya mendukung peningkatan minat menulis dan membaca generasi bangsa melalui berbagai kegiatan. Salah satu kegiatan yang diselenggarakan pada tahun ini adalah Lomba Menulis Surat Remaja Nasional 2015.

Lomba Menulis Surat Remaja 2015 diperuntukkan bagi remaja berusia maksimal 15 tahun. Lomba ini berlangsung pada 9 Februari hingga 9 Maret 2015. Peserta harus menulis surat sesuai dengan tema yang diangkat, yaitu “Dunia yang Kamu Inginkan untuk Tumbuh dan Berkembang”.

Surat yang ditulis harus terdiri atas 500 s.d 800 kata. Surat tersebut dapat ditujukan pada teman, keluarga masyarakat di sekitar tempat tinggal, guru, tokoh yang diidolakan, keluarga, pemerintah, organisasi internasional dan lainnya. Bentuk dan teknik penyajian surat juga harus sesuai dengan tata penulisan surat pada umumnya , misalnya pencantuman tempat dan tanggal pengiriman, alamat surat yang dituju, salam pembuka/penutup dan tandatangan pengirim surat.

Kegiatan Lomba Menulis Surat Remaja 2015 ini diselenggarakan oleh Direktorat Pos, Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain sebagai ajang kompetisi untuk meningkatkan kreativitas, Lomba Menulis Surat Nasional juga bertujuan untuk memasyarakatkan layanan jasa pos.

Penyelenggaraan lomba ini juga sebagai bentuk partisipasi Indonesia dalam International Letter-Writing Competition for Young People 2015 yang diadakan oleh Universal Postal Union (UPU) atau Perhimpunan Pos Sedunia. Surat terbaik (pemenang pertama) akan diikutsertakan pada International Letter Writing Competition for Young People 2015.

Para pemenang Lomba Menulis Surat Remaja 2015 akan mendapat penghargaan berupa trofi, sertifikat dan kompensasi hak cipta penulisan dalam bentuk tunai dengan perincian Rp17 juta untuk pemenang pertama, Rp10 juta untuk pemenang kedua, dan Rp9 juta untuk pemenang ketiga.

Karya (surat) selambat-lambatnya harus masuk pada 9 Maret 2015 (cap pos), dan dikirimkan ke alamat:

Panitia Lomba Menulis Surat remaja Nasional 2015

Direktorat Pos

Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika

Kementerian Komunikasi dan Informatika

Gedung Sapta Pesona, lantai 6

Jalan Medan Merdeka Barat No. 17

Jakarta 10110.



Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor telepon 0213835927, telepon selular 082112348144 (Wahyu) dan 081354764282 (M.Fadh), faks : 02138362870, dan email : prangko@postel.go.id.

SUMBER : kemdikbud.go.id

Senin, 09 Februari 2015

Peran Guru TIK dan Guru KKPI dalam Implementasi Kurikulum 2013

Dengan dikeluarkannya Permen Dikbud No 68 Tahun 20014 tentang Peran Guru TIK dan Guru KKPI , sehingga  guru TIK di SMP dan SMA serta guru KKPI di SMK tidak perlu khawatir lagi tentang profesinya. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 68 Tahun 2014 tentang Peran Guru TIK dan Guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi dalam Implementasi Kurik 2013 dapat di download di
http://hukor.kemdikbud.go.id/asbodoku/media/peruu/ permen_tahun2014_nomor068.pdf

Berdasarkan Peraturan Menteri tersebut, beban kerja guru TIK melakukan pembimbingan paling sedikit 150 (seratus lima puluh ) peserta didik per tahun pada 1 (satu) atau lebih satuan pendidikan. Bimbingan sebagaimana dimaksud dilaksanakan secara :
a. klasikal atau kelompok belajar; dan/atau 
b. individual. 

Rincian kegiatan guru TIK dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai berikut: 
  1. menyusun rancangan pelaksanaan layanan dan bimbingan TIK; 
  2. melaksanakan layanan dan bimbingan TIK per tahun ; 
  3. menyusun alat ukur/lembar kerja program layanan dan bimbingan TIK; 
  4. mengevaluasi proses dan hasil layanan dan bimbingan TIK; 
  5. menganalisis hasil layanan dan bimbingan TIK; 
  6. melaksanakan tindak lanjut hasil evaluasi dengan memperbaiki layanan dan bimbingan TIK; 
  7. menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah dan nasional; 
  8. membimbing peserta didi k dalam kegiatan ekstrakurikuler; 
  9. membimbing guru dalam penggunaan TIK; 
  10. membimbing tenaga kependidika n dalam penggunaan TIK; 
  11. melaksanakan pengembangan diri; dan 
  12. melaksanakan publikasi ilmiah dan/atau membuat karya inovatif. 

Solusi kedua, sesuai dengan Lampiran  IV Surat Kepala Badan PSDMPK dan PMP Nomor : 29277/J/LL/2014 Tanggal : 25 November 2014 disarankan untuk Mengikuti sertifikasi kedua sesuai kualifikasi akademik S1/DIV yang dimiliki.

Masalah Setelah Kembali ke Kurikulum 2006 ?

Dengan dievaluasinya penerapan kurikulum 2013 (K13), ada sekolah yang tetap menerapkan K13 dimana sekolah sekolah ini merupakan sekolah piloting yang sudah menerapkan K2013 sejak tahun pelajaran 2013/2014. Sementara sekoilah yang baru menerapkan di tahun pelajaran 2014/2015 harus kembali menggunakan kurikulum 2006 (K2006).

Pelaksanaan penerapan kedua kurikulum ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013.
Untuk sekolah yang kembali menerapakan K2006 bukan tidak ada masalah walaupun sekolah sekolah tersebut tahun sebelumnya merapkan K2006, masalah ini timbul akibat sekolah telah melaksanakan K13 selama satu semester. 

Beberapa hal yang dihadapi antara lain :


  1. 1. Untuk Tingkat SMP/SMA/SMK ada beberapa perbedaan mata pelajaran pada kurikulum 2006 dan 2013. Misalnya di SMP dan SMA ada mata pelajaran TIK pada kurkulum 2006, sedangkan pada kurikulum 2013 ditiadakan. Yang lebih banyak perubahan adalah di SMK baik kelompok mata pelajaran produktif maupun normatif dan adaptif. Untuk semua paket keahlian pada kurikulum 2006 ada pelajaran KKPI sementara pada K13 tidak ada pelajaran KKPI tetapi ada pelajaran SImulasi Digital.Demikian juga pada mata pelajaran produktif pada K2006 dan kelompok peminatan C1 dan C2 ada perbedaan mata pelajaran seperti pada Paket Keahlian TKJ, ada perbedaan mata pelajaran antara K2006 dengan K13 yang juga materinya berbeda. Hal yang sama juga dialami oleh paket keahlian yang lain di SMK.
  2. Sedangkan untuk SD, masalah yang timbul bukan perbedaan mata pelajaran, dimana K2006 menggunakan nama mata pelajaran sesuai dengan materi seperti matematika, IPA, IPS dll sementara pada K13 menggunakan sistem Tematik dimana merupakan sistem penggabungan beberapa mata pelajaran dalam satu tema. Masalah yang timbul adalah ada materi pada K2006 yang tidak ada pada tema yang sudah di ajarkan selama satu semester.


Kemudian masalahnya apa?
Karena sekolah yang kembali ke K2006 sudah sempat melaksanakan K13 selama satu semester kemudian kembali ke K13 akan terjadi masalah antara lain :


  • Untuk tingkat sekolah dasar, masalah pertama yang duihadapi adalah ketersediaan buku pelajaran yang hampir tidak ada di toko buku, yang sampai tulisan ini saya buat siswa masih sulit mendapatkan buku buku mata pelajaran. Beberapa sekolah memiliki inisiatif meminta kepada siswanya untuk memfoto copy buku yang dimiliki oleh guru. 
  • Masalah kedua di SD, karena sudah sempat melaksanakan K13 selama satu semester, ada beberapa materi pada K2006 yang belum disampaikan pada K13.
  • Untuk tingkat, SMP/SMA mata pelajaran TIK dan SMK mata pelajaran KKPI dimana pada K13 sudah tidak ada dan sekolah sekolah tersebut sudah melaksanakan K13 selama satu semester, maka guru dan siswa harus membuat strategi untuk melaksanan pembelajaran dengan materi untuk dua semester yang harus dilaksanakan selama satu semester.
  • Untuk tingkat SMK, mata pelajaran porduktif antara K2006 dan K13 beberapa paket keahlian berbeda sama sekali, misalnya Untuk TKJ, pada K2006 ada pelajaran dasar dasar elektronika sementara pada K13 tidak ada dan ada beberapa pelajaran lagi yang berbeda pad K2006 dan K13.


Dari penjelasan di atas, Sekolah yang tadinya melaksanakan K13 satu semester kemudian kembali ke 2006 bukan serta merta menyelesaikan masalah, tetapi akan timbul juga masalah baru.

Untuk menyikapi itu beberapa hal yang bisa ditempuh anatar lain :

  • Untuk mata pelajaran yang ada di K2006 dan tidak ada di K13 maka guru seharusnya melakukan matrikulasi untuk perlajaran tersebut baik itu tingkat SMP, SMA ataupun SMK. Memang hal ini tidak mudah, diperlukan kesiapan sekolah, guru dan siswa. Karena kalau tidak dilaksanakan maka tidak mungkin akan menyelesaikan materi untuk satu tahun diselesaikan dalam satu semester.
  • Untuk SD mungkin juga perlu melakukan matrikulasi, tetapi mungkin tidak sama dengan tingkat SMP/SMA/SMK, karena mungkin materi yang tertinggal tidak sebanyak materi satu semester.




Selasa, 03 Februari 2015

Ini Masalah yang Timbul Setelah Kembali ke KTSP

KTSP vs K13Kurikulum 2013 (K13) dihentikan oleh Menteri Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikbud) Anies Baswedan. Pengumuman penghentian K13 ini disampaikan pada akhir semester gasal 2014/2015 pada Desember 2014 yang lalu. Penghentian K13 ini bagi sekolah yang baru melaksanakan K13 satu semester, sekolah yang sudah melaksanakan K13 tiga semester tetap melanjutkan.
Semua sekolah baik di lingkungan Kemendikbud maupun Kemenag yang baru melaksanakan K13 satu semester harus menghentikan dan kembali ke Kurikulum 2006, yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Namun, sekolah di lingkungan Kemenag (Madrasah) menggunakan dua kurikulum pada tingkat yang sama, misal kelas VII pada MTs dan kelas X pada MA. Untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab tetap menggunakan K13, namun pelajaran umum kembali ke KTSP.
Awalnya penghentian K13 disambut baik oleh sebagian besar guru. Tak terkecuali bagi guru TIK yang pada K13 mata pelajarannya ditiadakan. Selain guru TIK, guru mata pelajaran yang lain juga ikut senang. Harapannya setelah kembali ke KTSP guru tidak terlalu banyak beban administrasi yang dilakukan, termasuk pada penilaian.
Namun, setelah kembali menggunakan KTSP, ternyata terdapat beberapa masalah. Berikut masalah yang timbul setelah kembali ke KTSP tersebut.
Buku K13 untuk apa?
Tak sedikit sekolah yang sudah memesan buku pelajaran K13, terutama sekolah swasta. Jika sekolah kembali ke KTSP, maka buku yang digunakan tentu buku lama yang masih menggunakan KTSP. Ini akan menjadi masalah tersendiri bagi sekolah. Bagi sekolah yang sudah membayar dan buku sudah dikirim maka rasanya tidak mungkin buku dikembalikan lagi. Orang tua siswa yang sudah membayar buku bisa jadi menanyakan tentang uang untuk membayar buku. Buku akan digunakan lagi nanti jika K13 dilaksanakan kembali, namun kapan dilaksanakan K13 sampai saat ini belum diketahui kepastiannya.
Bagi sekolah yang mendapatkan buku pelajaran K13 dari pemerintah, maka tidak begitu masalah karena orang tua siswa tidak mengeluarkan uang untuk biaya buku. Namun, dengan dikirimnya buku ke sekolah juga akan membuat buku hanya ditumpuk di perpustakaan saja.
Perbedaan materi pelajaran antara K13 dan KTSP
Beda kurikulum pasti beda materi yang diajarkan. Meskipun pada jenjang pendidikan yang sama, pada tingkat yang sama, perbedaan kurikulum tentu berbeda pula materinya, meskipun tak jarang ada yang sama. Contohnya pada jenjang kelas 1 SD yang semula (KTSP) materi pelajaran dipisah sendiri-sendiri, namun pada K13 materi pelajaran menjadi tematik. Terdapat beberapa tema dalam satu semester untuk beberapa mata pelajaran. Pada KTSP antara mata pelajaran yang satu dengan pelajaran yang lain terpisah. Pemisahan mata pelajaran ini membuat penilaian menjadi lebih mudah.
Contoh lain pada jenjang SMP pada mata pelajaran matematika. Untuk kelas VII, materi pelajaran matematika SMP antara K13 dan KTSP ada yang sama dan ada yang berbeda. Pada semester gasal K13 materi pelajaran yang diajarkan antara lain himpunan, serta garis dan sudut. Kedua materi ini pada KTSP diajarkan pada semester genap. Jadi jika semula menggunakan K13 kemudian menggunakan KTSP ini artinya akan mengulang materi yang sama. Sementara materi aritmatika sosial serta persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel pada KTSP ada di semester gasal yang waktunya telah menggunakan K13.
Ini menjadi masalah bagi guru yang mengajar matematika di kelas VII. Guru akan terbebani dengan mata pelajaran yang tidak ada pada semester satu seperti aritmatika sosial serta persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. Jika guru tidak mengajarkan, maka ini akan sangat memberatkan guru yang mengajar pada kelas di tingkat berikutnya. Materi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel sebagai dasar untuk mempelajari materi persamaan dan pertidaksamaan linear dua variabel pada kelas VIII semester gasal untuk KTSP.
Tak hanya pada pelajaran matematika saja yang bermasalah. Pelajaran TIK juga ada masalah. Pada kelas VII semester gasal menggunakan K13. TIK pada 13 tidak ada, sebagai gantinya adalah pelajaran prakarya. Setelah kembali ke KTSP maka siswa harus belajar TIK. Guru TIK juga kebingungan dalam memberikan materi mana dulu yang harus diajarkan, karena materi semester satu tidak diajarkan karena waktunya digunakan untuk K13. Pelajaran TIK untuk kelas VII baru didapat pada semester genap pada KTSP. Pada hal materi pelajaran TIK antara semester satu dan dua saling berkesinambungan.
Untuk jenjang SLTA baik SMA, MA, dan SMK juga pasti ada masalah setelah kembali ke KTSP. Masalah yang sering muncul adalah perbedaan materi pelajaran yang diajarkan antara semester gasal yang menggunakan K13 dan semester genap yang menggunakan KTSP. Jika materi pelajaran pada semester gasal yang tidak ada bukan merupakan prasyarat bagi tingkat kelas berikutnya tidak begitu masalah, namun jika sebagai prasyarat maka ini akan menjadi masalah besar.
Format rapor membingungkan
Masalah berikutnya yang muncul adalah format dalam laporan hasil belajar siswa dari sekolah kepada orang tua siswa yang berupa rapor. Dua jenis rapor pada jenjang yang sama, ini artinya untuk kelas VII dan kelas X dalam setahun menerima rapor yang berbeda. Pada semester gasal orang tua siswa menerima rapor untuk K13 dan pada semester genap menerima rapor untuk KTSP.
Jelas sekali penilaian antara K13 dan KTSP berbeda, ini akan membuat orang tua siswa juga kebingungan. Tak jarang rapor juga digunakan untuk syarat dalam pendaftaran ke jenjang berikutnya. Jika rapornya berbeda kurikulum maka ini akan membuat masalah lagi.
Semua kebijakan pasti akan membawa dampak baik dan tidak baik. Termasuk kebijakan yang harus kembali ke KTSP setelah sebelumnya menggunakan K13.

Senin, 02 Februari 2015

Soal Ujian Praktek Kejuruan TKJ dan MM


Ujian Praktek Kejuruan untuk tahun pelajaran 2014/2015 ada perbedaan tahun tahun sebelumnya, kalau pada tahun tahun sebelumnya sekolah diberi pilihan 3 paket soal namun tahun ini soal yang disediakan hanya satu paket saja.

Berikut soal untuk Paket keahlian TKJ :

Membangun Gateway Internet, DNS, dan proxy server menggunakan Routerboard.
Opsi konfigurasi :


Konfigurasi Server
1.     IP Internet                    = Sesuai dengan Network yang diberikan ISP
2.     IP LAN                        = 195.195.195.1/26
3.     Gateway                       = Sesuai Dengan IP yang diberikan oleh ISP
Konfigurasi Client
4.     IP LAN                        = 192.168.7.xxx/26
5.     Gateway                       = 195.195.195.1/26
Konfigurasi Akses Point
6.     IP LAN                        = 192.168.10.1/26
7.     Gateway                       = 195.195.195.1/26

Keterangan : xxx merupakan address antara 2 sampai 254

Konfigurasi Proxy Server
1.              Sistem Operasi                        = OS (linux)
2.              Port Proxy                              = 3128
3.              Cache Manager                       = nama_peserta@sekolah.sch.id       
4.              DNS server                 = dengan domain www.sekolah.sch.id
5.              Proxy server dengan Blocking Site      =www.google.com, www.facebook.com

Konfigurasi Router
1.   NAT                                              = yes
               


Implementasikan topologi diatas untuk pengujian konektifitas internet disekolah dengan ketentuan sebagai berikut :

    1. Membuat perencanaan sesuai dengan topologi jaringan yang disediakan
    2. Perakitan dan Instalasi Client
    3. Melakukan konfigurasi Router sebagai Gateway, DNS, dan Proxy
    4. Melakukan instalasi dan konfigurasi jaringan sesuai topologi
    5. Melakukan pengujian fungsi jaringan (sistem koneksi) dan aplikasi server.
Soal lengkap dapat diunduh pada  DISINI 

Sedangkan untuk Paket Keahlian Multimedia untuk tahun ini yaitu Membuat iklan komersial audio visual suatu produk makanan ringan. Soal selengkapnya dapat didownload DISINI