Senin, 18 Mei 2015

Revolusi Mental Mulai dari Sekolah, Kejujuran di Mulai dari UN

Menjadi harapan setiap warga negara Indonesia, menjadikan Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang memiliki integritas tinggi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan revolusi mental, dan ini dapat dilakukan mulai dari bangku sekolah. Penanaman revolusi mental di bangku sekolah pun dapat dilakukan, minimal dari pelaksanaan ujian nasional (UN) yang berintegritas tinggi.  
 
Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan pada acara bincang-bincang bersama Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Sulawesi Selatan, dan Media Massa, di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (16/05/2015).
 
"Kita harus kembalikan dan tanamkan nilai-nilai kejujuran di bangku sekolah, minimal saat penyelenggaraan UN. Dengan begitu revolusi mental dapat kita wujudkan," tutur Mendikbud pada acara tersebut yang dihadiri sekitar 60 orang dari berbagai unsur media massa, perwakilan orang tua, dan penggiat pendidikan.  
 
Penekanan nilai integritas ini menjadikan hal yang berbeda pada pelaksanaan UN tahun 2015. Selain menyampaikan angka prestasi siswa, kata Mendikbud, pelaksanaan UN tahun ini juga memberikan laporan nilai integritas setiap sekolah di kabupaten/kota kepada kepala daerah masing-masing. "Kita ingin pola kecurangan bisa dirubah. Nanti kepala dinas akan menerima dari kami selain prestasi akademik siswa, juga nilai integritas sekolah," ujar Mendikbud.  
Bagi sekolah yang memiliki nilai integritas tinggi dalam penyelenggaraan UN, Mendikbud akan mengundang masing-masing kepala sekolah dari sekolah-sekolah dimaksud sebagai upaya memberikan apresiasi atas prestasi yang telah diraih. "Kita ingin tunjukan bahwa ini adalah wajah para kepala sekolah yang memimpin sekolahnya dengan baik, sehingga dapat  menyelenggarakan UN yang berintegritas," ucap Mendikbud.  
 
Pada kesempatan ini, Mendikbud memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah, dan berbagai pihak yang turut menyukseskan penyelenggaraan UN tahun 2015. Penyelenggaraan UN tahun ini, kata Mendikbud, mengalami peningkatan nilai prestasi siswa. "Tahun ini nilai UN saya lihat lebih meningkat. Saya harap ini dapat ditingkatkan dan tetap utamakan integritas," pungkas Mendikbud.

SUMBER : kemdikbud.go.id
Continue Reading...

Rabu, 13 Mei 2015

Lomba Komik dan Esai Budaya Damai

Budaya Damai, Apa Sih?

Damai menurut Johan Galtung memiliki dua makna. Pertama, damai yang negatif. Damai yang negatif adalah ketiadaan perang atau konflik langsung. Damai negatif membutuhkan kontrol oleh pemerintah melalui pengamanan dan perlindungan. Kedua, damai yang positif, yaitu suasana dimana terdapat kesejahteraan, kebebasan, dan keadilan.

Apa kaitannya budaya damai dengan lomba komik dan esai?

Tentu saja berkaitan. Budaya Damai tidak hanya terbentuk begitu saja dalam masyarakat. Perlu adanya keterlibatan generasi muda yang kreatif dan berpikir baru untuk membantu menyampaikan nilai-nilai budaya damai tersebut.

IKUTI  LOMBANYA !

Daftarkan diri anda langsung melalaui website www.indonesiaberkarakter.id.
Setelah mendaftar, anda bisa langsung mengunggah ide kreatif  baik berupa tulisan maupun gambar komik.

Yuk mulai daftar!
Klik saja www.indonesiaberkarakter.id

Pendaftaran peserta dibuka mulai tanggal
18 April 2015 sampai 30 Mei 2015.
Lihat keterangan lengkapnya dengan mengklik menu yang tersedia di ragam lomba.

Continue Reading...

Selasa, 05 Mei 2015

Hati hati penipuan mengatasnakama 'DAPODIKMEN'


>>==================================<<

Layanan Konsultasi Interaktif Dapodikmen Dengan Whatsapp



Ysh.
Bapak/Ibu Operator Dapodikmen
di Seluruh Indonesia

Dalam rangka meningkatkan layanan konsultasi tentang seputar dapodikmen, kami membuka layanan interaktif helpdesk Dapodikmen dengan aplikasi WhatsApp. WhatsApp adalah aplikasi pesan untuk smartphone dengan basic mirip BlackBerry Messenger. WhatsApp Messenger merupakan aplikasi pesan lintas platform yang memungkinkan kita bertukar pesan dalam konsultasi tanpa biaya SMS, karena WhatsApp Messenger menggunakan paket data internet yang sama untuk email, browsing web, dan lain-lain.

Aplikasi WhatsApp Messenger menggunakan koneksi 3G atau WiFi untuk komunikasi data. Dengan menggunakan WhatsApp, kita dapat melakukan konsultasi secara interaktif secara online, berbagi file, bertukar foto dan lain-lain.

Layanan Interaktif WhatsApp Heldpdesk Dapodikmen ini di latar belakangi dengan banyaknya operator sekolah melalui telpon langsung mengingat layanan telpon menghabiskan waktu rata-rata 10-15 menit per orang. Akibat banyak operator sekolah belum terlayani dengan baik.

Layanan Interaktif WhatsApp Heldpdesk Dapodikmen dilakukan dengan mengirim pesan melalui Aplikasi WhatsApp dan TIDAK TELPON. Berikut ini petugas Helpdesk Dapodikmen per wilayah.

Sedangkan layanan TELEPON dapodikmen (mohon tidak SMS) dibuka pada hari kerja pukul 10.00 WIB s/d 15.00 WIB dapat menghubungi operator layanan helpdesk dapodikmen :
1.      Sdr. Andik Purwanto dengan HP 081357577437
2.      Sdr. Muhammad Ikhsan   dengan  HP. 082113280354
3.      Sdr. Herman dengan HP. 082285763772

Atas perhatian dan kerja samanya, Kami  ucapkan terima kasih.

Hormat Kami



Arie Wibowo Khurniawan
Kasubbag Data dan Informasi, Setditjen Dikmen



untuk informasi tutorial cara menggunakan whatsapp di PC silakan akses link ini
Continue Reading...

Presiden RI: Orang Tua Diharapkan Dampingi Anak Untuk Rajin Belajar

Yogyakarta, --- Peran orang tua menjadi yang utama dalam memberikan pendidikan dan pendampingan kepada anak, khususnya dalam mendampingi anak untuk bisa lebih rajin dalam belajar. Demikian disampaikan Presiden Republik Indonesia saat menyapa para penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) tahap dua, di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (04/05/2015).

“Orang tua juga dapat memberikan dorongan kepada anak untuk menggunakan waktu sebaik mungkin dalam belajar. Namun jangan dipaksakan,” tutur Presiden.

Pada kesempatan ini, setelah selesai membagikan KIP secara simbolis kepada 10 siswa, Presiden mengajak tiga orang siswa yaitu Dian, Rahmat, dan Sudaryono untuk berdialog. Dian seorang siswi kelas enam dari salah satu Sekolah Dasar Negeri di Desa Taman Martani. Ia menyampaikan kegiatan rutin belajar di rumah mulai dari pukul 19.00 WIB s.d. 20.00 WIB.

Sama halnya juga dengan Rahmat seorang siswa kelas delapan dari SMP Negeri 4 Kalasan, melakukan kegiatan belajar di rumah mulai dari pukul 19.00 WIB s.d. 20.00 WIB. Berbeda dengan Dian, salah satu siswa kelas tujuh Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah Kalasan, Rahmat menyampaikan kepada Presiden mengenai kegiatan belajar rutin di rumah. Ia selalu belajar di rumah dilakukan mulai dari pukul 19.00 WIB s.d. 21.00 WIB.

Menanggapi penyampaian dari para siswa dan siswi tersebut, Presiden merasa senang karena para siswa tersebut memiliki karakter baik dengan kemauan untuk jujur mengatakan kebenaran. Presiden berpesan kepada para siswa untuk tingkatkan lagi semangat belajar. ”Jika ingin seperti Bapak Anies Baswedan, belajarlah yang giat. Tambah lagi waktu untuk belajarnya,” pesan Presiden.

Presiden berharap, dengan adanya KIP, siswa dapat lebih produktif lagi. Orang tua dapat membantu anak-anaknya untuk memanfaatkan kartu ini sesuai peruntukannya, dan tidak boleh disalahgunakan. “Mari para orang tua untuk bersama-sama meningkatkan semangat belajar para anak-anak. Negara memberikan fasilitas KIP, maka gunakan dan manfaatkan kartu ini. Jadilah anak pintar,” pungkas Presiden.

SUMBER : kemdikbud.go.id
Continue Reading...

Jumat, 24 April 2015

SK Penetapan Satuan Pendidikan Pelaksana Kurikulum 2013

KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENELITIAN DAN
PENGEMBANGAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN TENTANG PENETAPAN SATUAN PENDIDIKAN
PELAKSANA KURIKULUM 2013.

PERTAMA :
Menetapkan satuan pendidikan pelaksana Kurikulum 2013
sebagai berikut:
a)      satuan pendidikan yang menerapkan Kurikulum 2013 sebagaimana tercantum dalam lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan ini;
b)      satuan pendidikan yang secara mandiri menerapkan Kurikulum 2013 sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan ini;
c)       satuan pendidikan yang melaksanakan Kurikulum 2013 selama 1 (satu) semester dan telah diverifikasi oleh BANS/M dan disetujui oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan.
KEDUA
Pengawasan Pelaksanaan Kurikulum 2013 sebagaimana dimaksud pada Diktum PERTAMA dilakukan bersama Direktorat Jenderal terkait di bawah koordinasi dan supervisi Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

KETIGA
Jika dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, akan diadakan perubahan  sebagaimana mestinya.

KEEMPAT
Keputusan ini berlaku mulai tanggal ditetapkan, ditetapkan pada tanggal 2 April 2015

Bagi yang ingin memiliki dan mengunduh, silakan  KLIK DISINI

SUMBER : http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id/
Continue Reading...

Read Aloud, Metode Membacakan Buku untuk Anak-anak

World Book Day atau Hari Buku Sedunia adalah acara tahunan yang dirayakan setiap tanggal 23 April. Untuk ikut merayakan Hari Buku Sedunia, Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menyelenggarakan kegiatan “Pencanangan Gerakan 10 Menit Membacakan Cerita (Read Aloud) untuk Anak” pada bulan Mei 2015. 
 
Read Aloud merupakan salah satu metode membacakan buku untuk anak.
Metode ini diperkenalkan oleh Jim Trelese dalam bukunya The Read Aloud Handbook. Read Aloud adalah metode mengajarkan membaca yang paling  efektif untuk anak-anak karena dengan metode ini kita bisa mengkondisikan otak anak untuk mengasosiasikan membaca sebagai suatu kegiatan yang menyenangkan.  Juga menciptakan pengetahuan yang menjadi dasar bagi si anak, membangun koleksi kata/kosakata (vocabulary), dan memberikan cara membaca yang baik (reading role model).
 
Saat usia emas (golden age), yaitu 0-5 tahun, anak akan dapat menyerap dengan sangat cepat. Dengan potensi yang sedemikian hebat itu, maka mengenalkan anak untuk membaca di usia dini tentunya tidak menjadi masalah, asalkan caranya tidak membuat anak stress bahkan terbebani harus bisa membaca.  Yang dilakukan bukan membuat anak bisa membaca, tapi membuat anak suka membaca. 
 
Read aloud dapat dimulai sejak dini, bahkan sejak semester ke-3 kehamilan. Karena itu  semakin dini buku diperkenalkan, maka hasilnya akan semakin optimal dalam upaya menumbuhkan kecintaan anak pada buku dengan bonusnya anak akan bisa membaca dengan sendirinya.
 
Read Aloud juga dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Bisa di rumah, saat hendak tidur, sepanjang perjalanan berkendara, menunggu pesawat atau kereta api, atau saat menunggu antrian dokter. Yang perlu diperhatikan adalah frekuensi dan konsistensi melakukan read aloud. Rutinitas  adalah kunci utama keberhasilannya.
 
Manfaat read aloud antara lain dapat membangun keterampilan literasi  melalui pengenalan bunyi, intonasi, kemampuan mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Read Aloud juga membantu anak menambah kosa kata, terutama kosa kata bahasa buku yang dipergunakan untuk membaca. Kedekatan orang tua dengan anak juga bisa dicapai karena anak terbiasa dengan suara orang tua dan terdapat ‘skin to skin contact’ ketika membacakan cerita, serta terdapat juga kedekatan dengan buku. Orang tua yang membacakan cerita kepada anak juga langsung menjadi contoh membaca bagi anaknya (reading role model).

SUMBER : kemdikbud.go.id
Continue Reading...