Sabtu, 08 Agustus 2015

Refleksi MOPD Mendikbud

Ini sekadar catatan reflektif jumat pagi untuk mengingatkan diri saya sendiri, dan semoga bisa bermanfaat untuk semua. Meskipun kecelakaan atau kematian itu bisa terjadi dimana saja; tanggung jawab kita adalah membuat sebuah sistem yang ampuh dalam mencegah terjadinya penyimpangan apalagi berakibat fatal.

Mari kita tidak melihat kejadian-kejadian ini semata-mata sebagai statistik: 4 meninggal diantara jutaan siswa baru. Mari kita berhenti melihat ini semata-mata sebagai kelalaian sekolah, kelalaian orang tua, ketidakseriusan dinas pendidikan, atau murni kecelakaan di luar kontrol kita.

Mari kita membayangkan diri kita sebagai ayah dan ibu anak-anak yang tewas itu. Mereka mengantarkan anak ke sekolah, sambil berharap bisa melihat anaknya kelak jadi mandiri dan membawa mereka ke derajat hidup yang lebih baik. Tidak ada yang pernah membayangkan suatu saat anaknya ikut kegiatan sekolah lalu diantar pulang ke rumah untuk disemayamkan sebelum dikubur. Melahirkan anak, membesarkan anak tidak harus diakhiri dengan menguburkan anak, biarkan anak itu bersekolah, belajar akhlak dan pandai berdoa, agar kelak anaknyalah yang menguburkan orang tuanya sambil mengirimkan doa tanpa henti.

Kita semua sadar, tanpa mereka harus mengatakan, sebenarnya harapan orang tua itu adalah sangat sederhana: negara hadir dan melindungi anak mereka di sekolah. 

Ya, kita harus berhenti diam dan mendiamkan. Kita harus cari dan membuat semua cara baru untuk mencegah hal ini terjadi dan berulang. Negara harus membuat mekanisme untuk mengamankan dan melindungi anak-anak mereka. Sebagaimana kita sendiri ingin agar anak-anak kita berada di sekolah dengan aman, nyaman dan kembali  ke rumah dalam keadaan bahagia. 

Melarang kegiatan di luar sekolah atau melarang kegiatan itu sendiri bukanlah solusi, misalnya melarang perkemahan atau melarang kegiatan pecinta alam di alam terbuka. Tetapi, melibatkan semua pelaku pendidikan adalah salah satu solusi yang harus segera ditempuh. 

Kemdikbud harus membuat desain aturan yang “memaksa” semua pelaku pendidikan di sekolah itu terlibat dan ikut memantau. Sesuai dengan strategi Kemdikbud: Penguatan Pelaku Pendidikan. Orang-tua, Guru, Kepala Sekolah, Pengawas, Dinas Pendidikan dan sebagainya “dipaksa” untuk terlibat. Kemdikbud harus bisa memanfaatkan kegiatan-kegiatan siswa ini untuk merancang terbangunnya ekosistem pendidikan yang baik. 

Kemdikbud perlu menyiapkan mekanisme pengendalian untuk semua kegiatan siswa di luar KBM yang reguler. Misalnya mewajibkan ada proses registrasi, menuliskan semua rencana kegiatan, termasuk potensi resiko, dan mitigasi atas resiko itu. Lalu  rencana kegiatan itu harus diketahui dan mendapatkan ijin pihak orang tua, dinas pendidikan setempat dll. Tanggung-jawab kemdikbud kemudian adalah memastikan itu semua berjalan baik di lapangan, menggunakan instrumen dapodik atau instrumen-instrumen lain untuk mendisiplinkannya.

Strategi Kemdikbud yaitu Penguatan Pelaku Pendidikan benar-benar bisa dikembangkan lewat kegiatan-kegiatan seperti ini. Selain itu, negara bukan hanya hadir memberikan batas-batas boleh dan tidak, tetapi negara hadir membentuk perilaku setiap aktor/pelaku dalam sebuah ekosistem pendidikan.

Selamat meneruskan karya dan menandai hari dengan prestasi baru.

Salam, anies baswedan

SUMBER : kemdikbud.go.id
Continue Reading...

Rabu, 08 Juli 2015

Ini dia Hacker dari Indonesia yang paling ditakuti Dunia

Jim Geovedi

Kita sudah sering mendengar berita tentang para hacker top dunia dengan kemampuan mereka yang luar biasa, ada yang mampu meretas data FBI, data bank, perusahaan-perusahaan besar sampai data penting pemerintahan, misalnya saja  Kevin Mitnick, Linus Torvalds, Robert Tappan Morris dan masih banyak lagi hacker lain dengan nama yang sudah mendunia. Tapi tahukah anda bahwa ada seorang hacker asal Indonesia yang sangat ditakuti oleh negara-negara lain? Dia adalah Jim Geovedi.
Jim Geovedi berbeda, dia tidak hanya mampu meretas data bank,  pertahanan negara atau hanya sekadar meretas situs milik presiden saja, yang mampu dilakukan olehnya lebih dari itu, dia mampu untuk langsung meretas satelit. Tentu saja keahliannya itu dalam dunia hacker menjadi pembicaraan banyak negara di luar sana, pria kelahiran 28 Juni 1979 ini bahkan sering diundang sebagai pembicara dalam pertemuan hacker internasional. “Kalau mau saya bisa saja mengontrol internet di seluruh Indonesia,“ kata Jim dalam interview nya dengan Deutsche Welle, sebuah stasiun televisi dan radio di Jerman.
Jim Geovedi adalah seorang hacker Indonesia asal lampung dengan reputasi mendunia, sering menghadiri acara di Torino, Berlin, Paris, Amsterdam bahkan Krakow untuk menjadi pembicara dalam pertemuan hacker internasional yang membahas tentang sistem keamanan, dia bahkan mempraktekan cara bagaimana dia bisa meretas satelit. Tetapi yang lebih membanggakan lagi bagi Indonesia, Jim Geovedi bukanlah seorang hacker kriminal yang sengaja meretas satelit untuk kepentingan pribadinya, dia melakukannya karena pada tahun 2006 (BBC News – 2006), Jim pernah menjadi pembicara tentang isu keamanan satelit.
Dari hal tersebutlah, Jim mencoba untuk mempelajari sistem dan proses kerja satelit yang akhirnya dia dapat menguasainya. Tidak hanya sekedar mengubah arah satelit, Jim bahkan mampu menggeser satelit yang dia targetkan, misalnya saja satelit China yang pernah menjadi uji coba baginya karena permintaan dari negara China langsung untuk menguji pertahanan satelit mereka, Jim menggeser posisinya hingga membuat kliennya itu kualahan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Jim selajutnya dijadikan acuan sebuah topik pembicaraan dalam acara Black Hat Security Conference di Washington pada bulan Januari 2009 silam.
Pada tahun 2012 Jim Geovedi akhirnya pindah ke London, bersama rekannya Jim mendirikan perusahaan jasa sistem keamanan teknologi informasi untuk menerima permintaan para klien yang membutuhkan jasa pengamanan sistem satelit, telekomunikasi dan juga perbankan.
SUMBER: TasbihNews.com
Continue Reading...

Pengusulan Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2015





SUMBER : dapo.dikmen.kemdikbud.go.id

Yang Terhormat :
1.      Kepala Dinas Pendidikan Provinsi
2.      Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota
3.      Kepala Sekolah SMA, SMK dan SMALB
4.     Operator Dapodikmen

di seluruh Indonesia


Dengan hormat
Berdasarkan Surat Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Nomor : 387/D/KU/2015, tanggal 26 Januari 2015, hal : pemanfaatan data Dapodikmen untuk BOS dan PIP Tahun 2015, maka dalam rangka implementasi Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2015 Sekolah harus segera melakukan pemutakhiran data KPS/KKS pada Aplikasi Dapodikmen, melakukan Verval PIP dan melakukan pengajuan FUS (Format Usulan Sekolah) untuk siswa yang tidak memiliki kartu KPS/KKS. Adapun rencana penyaluran BSM/PIP oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015 adalah sebagai berikut:

1.    Periode April - Juni 2015
Pada periode ini penyaluran PIP diprioritaskan untuk :
a.    Penerima BSM Tahun 2014 dari KPS
b.    Siswa dari keluarga pemegang KPS/KKS yang belum menerima BSM Tahun 2014 dan datanya sudah di entry ke Dapodik
c.    Siswa peserta PKH non KPS
d.    Antisipasi korban bencana

2.    Periode Juli 2015
Pada periode ini penyaluran PIP diprioritaskan untuk :
a.    Siswa dari panti sosial, siswa yatim dan/atau piatu
b.    Anak usia sekolah (6-21 tahun per 2015) tidak bersekolahyang diharapkan bersekolah

3.     Periode Agustus 2015
Pada periode ini penyaluran PIP diprioritaskan untuk :
a.    Siswa miskin usulan sekolah

Mengacu pada rencana diatas maka untuk PIP periode April – Juni (tahap 1) dan periode Juli 2015 (tahap 2) sudah mulai disalurkan, dan saat ini mulai memasuki persiapan penyaluran untuk periode Juli - Agustus 2015 (tahap 3) maka telah dibuka pengajuan lewat FUS (format Usulan Sekolah) untuk siswa yang tidak memiliki kartu KPS/KKS. Sehubungan dengan hal tersebut, maka  perlu kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut:

1.    Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Kab/Kota untuk mendorong sekolah dan memastikan bahwa setiap sekolah di wilayahnya untuk segera mengisi dan memutakhirkan data Dapodikmen, utamanya pengisian no KPS/KKS bagi siswa yang memiliki KPS/KKS. Selanjutnya memastikan data telah masuk ke Manajemen Dapodikmen dengan alamat laman :http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id

2.    Kepala Sekolah untuk mengontrol dan memastikan bahwa data pada Aplikasi Dapodikmen di sekolahnya telah diisi dengan lengkap dan valid, utamanya data orang tua siswa dan pengisian no KPS/KKS bagi siswa yang memiliki KPS/KKS sebagai dasar penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Tahun 2015. Serta memastikan operator sekolah telah melakukan proses Verval PIP dan proses pengajuan FUS (Format Usulan Sekolah).

3.    Operator sekolah untuk segera melakukan pemutakhiran data pada aplikasi Dapodikmen, meliputi:
a.   Melakukan input dan pemutakhiran data no. KPS/KKS, data ini ada pada tab “Peserta  Didik” – “Edit Peserta Didik”. Bagi siswa yang memiliki kartu KPS/KKS pada item  “Penerima KPS” pilih “Ya”, selanjutnya inputkan no. KPS/KKS pada kolom yang telah  disediakan.
b.    Melakukan input dan pemutakhiran data orang tua siswa, data ini ada pada tab “Peserta  Didik” – “Edit Peserta Didik” – “Data Ayah Kandung/Ibu Kandung/Wali”. Untuk semua siswa  masukkan data orang tua lengkap dengan data pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan.
c.     Melakukan sinkronisasi dan memastikan data telah masuk ke Manajemen Dapodikmen  dengan alamat laman : http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id(Login Operator).

4.    Operator sekolah untuk melakukan dan menyelesaikan proses Verval PIP, panduan verval PIP dapat diakses pada laman :https://www.dropbox.com/s/q5wcx63e49df3bi/Panduan%20Singkat%20Validasi%20PIP%20Dikmen.pptx?dl=0

5. Pada saat ini telah dibuka dan diaktifkan menu FUS pada portal PIP dengan alamat : http://bansos.dikmen.kemdikbud.go.id/validasiPIP/index.php?pg=non_KPS
Untuk itu operator sekolah untuk segera melakukan proses pengajuan FUS (Format Usulan Sekolah) bagi siswa yang tidak memiliki kartu KPS/KKS, panduan pengajuan FUS dapat diakses pada alamat laman:https://www.dropbox.com/s/q5wcx63e49df3bi/Panduan%20Singkat%20Validasi%20PIP%20Dikmen.pptx?dl=0

6.    Berkenaan dengan surat edaran dari Direktorat Pembinaan SMK nomor: 2929/D5.5/KU/2015, tanggal 29 Juni 2015, perihal: Informasi Penyaluran Dana dan Pengusulan Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2015 yang isinya pada poin no.4. Usulan penerima PIP juga dapat diusulkan melalui aplikasi Verifikasi Indonesia Pintar (VIP) yang dapat diakses di laman: http://pip.kemdikbud.go.id/vip. Sehubungan dengan informasi tersebut maka kami konfirmasikan bahwa pengajuan  FUS untuk jenjang sekolah menengah dimaksimalkan melalui portal PIP pada laman: http://bansos.dikmen.kemdikbud.go.id/validasiPIP



Demikian informasi yang kami sampaikan atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

SALAM SATU DATA

Kepala Sub Bagian Data dan Informasi
Ditjen Pendidikan Menengah




Arie Wibowo Khurniawan
Continue Reading...

Kamis, 02 Juli 2015

30 September 2015, Batas Akhir Penerimaan Naskah Lomba Kreativitas Guru Nasional tahun 2015

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesional guru, Pusat Pengembangan Profesi Pendidik (Pusbangprodik), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengadakan "Lomba Kreativitas Guru Tingkat Nasional". Di tahun 2015 ini,  panitia lomba mulai menerima naskah lomba dari para peserta yang merupakan guru aktif sejak 2 Mei lalu dan akan berakhir pada 30 September mendatang.

Lomba kreativitas guru (LKG) merupakan agenda tahunan yang telah dilaksanakan dari 2002. Di tahun ini tema yang diangkat adalah "Guru Kreatif dan Inovatif Mewujudkan Pembelajaran Berkualitas". Tujuan diadakannya LKG adalah untuk memotivasi dan memfasilitasi serta menginspirasi guru untuk mengkreasikan model pembelajaran terbaik. Selain itu, guru juga diharapkan dapat mengembangkan bakat, minat, dan kebiasaan dalam membuat karya ilmiah yang inovatif secara baik dan benar.

Demikian pula dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, melalui lomba ini guru diajak untuk mendesiminasikan berbagai pengalaman tentang keberhasilannya dalam meningkatkan mutu pembelajaran (best practices).Pengalaman tersebut dapat digunakan sebagai rujukan bagi guru lain dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Dengan rujukan yang ada diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan proses pembelajaran yang dapat mendorong peserta didik untuk berpikir tingkat tinggi, terampil, berkarakter, dan berbudaya.

Dalam LKG 2015, naskah yang dapat dikirim oleh peserta merupakan hasil penelitian eksperimen atau penelitian tindakan kelas atau pengembangan model yang mencerminkan kreativitas dan inovasi pembelajaran yang telah dilaksanakan oleh guru. Model tersebut selain harus sesuai dengan mata pelajaran yang diampu juga mencerminkan karya inovatif pembelajaran yang dilihat dari penerapan teknologi tepat guna berbasis kearifan lokal maupun alat peraga.

Setiap alat peraga yang dihasilkan oleh peserta harus memperlihatkan efektivitas proses pembelajaran pada mata pelajaran yang diampu. Alat peraga atau alat praktikum tersebut juga harus dapat mendorong proses penemuan konsep, teori, atau cara kerja tertentu dalam pembelajaran.

Peserta yang dapat mengikuti LKG 2015 adalah guru yang masih aktif mengajar pada sekolah negeri atau sekolah swasta di bawah pembinaan Kemendikbud. Guru tersebut juga harus memenuhi masa kerja sekurang-kurangnya empat tahun sebagai guru PNS atau guru bukan PNS (guru tetap yayasan dan guru honorer pada sekolah negeri yang diangkat oleh pejabat yang berwenang). Dan yang terpenting, guru yang menjadi peserta belum pernah tercatat sebagai pemenang I,II, dan III dalam LKG selama lima tahun terakhir.

Panitia LKG 2015 menyediakan berbagai hadiah dan penghargaan. Total hadiah untuk pemenang tingkat nasional dan finalis sebesar Rp427 juta. Bagi pemenang I,II dan III akan mendapat piagam penghargaan dari Mendikbud.

Untuk informasi lengkap, kunjungi laman http://bpsdmpk.kemdikbud.go.id/index.php/front/news/60

SUMBER : kemdikbud.go.id
Continue Reading...

Kamis, 25 Juni 2015

Tunjangan Profesi Guru akan Diberikan Sesuai Capaian Prestasi

Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen mengamanatkan agar guru harus profesional, sejahtera, dan bermartabat. Bentuk nyata dari amanat tersebut adalah pemberian tunjangan profesi guru (TPG) kepada guru yang telah tersertifikasi. Harapannya, dengan pemberian TPG ini guru menjadi lebih profesional.
Namun sejak UU tersebut terbit, penilaian profesionalitas guru belum dilakukan secara benar. TPG masih diberikan merata, yaitu sebesar satu kali gaji tanpa mengukur profesionalisme sang guru. Seharusnya, pemberian TPG harus sesuai dengan capaian kinerja dan prestasi guru.
Pelaksana Harian Kepala Subdirektorat Program Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dikdas, Tagor Alamsyah mengatakan, saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang menyusun ulang skema pemberian TPG. Tunjangan yang  sejak 2005 diberikan secara merata, akan dihitung secara profesional dengan memperhitungkan prestasi dan kinerja yang telah dicapai oleh guru.
“Selama ini kita belum menjalankan undang-undang dengan benar, karena infrastruktur belum memadai. Dan sekarang kita siapkan secara paralel, infrastruktur dan mekanisme pemberian tunjangannya,” kata Tagor dalam diskusi pendidikan yang berlangsung di Perpustakaan Kemendikbud, Rabu (24/06/2015).
Tagor mengatakan, instrumen pencapaian guru profesional bisa dilihat dari jumlah ideal guru, pembinaan karir, dan penghargaan serta perlindungan yang diberikan. Jumlah ideal guru dapat dihitung dengan beban kerja 24 jam/minggu dan linieritas dengan sertifikasi. Untuk pembinaan karir, guru harus memenuhi kualifikasi akademik, kompetensi, dan jenjang karir. Sebagai penghargaan dan perlindungan, guru akan mendapatkan tunjangan profesi, maslahat tambahan, dan perlindungan hukum.
Untuk mengukur kompetensi guru dihitung dengan penilaian kinerja guru (PKG), pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB), dan uji kompetensi guru (UKG).  Salah satu skema yang disiapkan adalah dengan melakukan tahapan uji kompetensi. Di awal tahun, guru akan dinilai kompetensinya melalui UKG. Jika kompetensi yang dimiliki kurang, maka guru harus masuk ke PKB. Setelah masuk PKB, kompetensi guru akan kembali diukur. Bagi guru yang memiliki peningkatan akan dihargai dengan kenaikan jenjang karir. Namun jika tidak, maka guru harus menyisihkan sebagian TPG yang diperolehnya untuk melakukan peningkatan kompetensi.
Dalam skema Kemendikbud, pengembangan keprofesian berkelanjutan guru dilakukan secara berjenjang. PKB Guru Pertama (golongan IIIa-IIIb) fokus pada pengembangan diri sendiri, PKB Guru Muda (golongan IIIc-IIId) fokus pada pengembangan siswa, PKB Guru Madya (Golongan IVa, IVb, IVc) fokus pada pengembangan sekolah, dan PKB Guru Utama (Golongan IVd-IVe) fokus pada pengembangan profesi.
Selain peningkatan kompetensi melalui PKB, Tagor juga menyinggung keberadaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) yang bisa digunakan sebagai wadah  untuk meningkatkan kompetensi guru. Misalnya, salah satu kendala guru dalam mencapai angka kredit adalah karena kesulitan membuat karya ilmiah/karya inovatif. Lewat KKG atau MGMP, kata Tagor, guru bisa memanfaatkan TPG yang diperolehnya untuk bersama-sama untuk meningkatkan kompetensi. “Mereka bisa urunan untuk mendatangkan narasumber yang bisa membantu mereka dalam menyusun karya ilmiah,” katanya.
Dengan pengukuran seperti ini, maka tunjangan guru bukan lagi menjadi hak, melainkan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh guru. Artinya, dengan TPG yang diberikan tersebut guru harus mampu mengembangkan kompetensi diri. Jika tidak, maka tunjangan tersebut akan dihentikan.

SUMBER : kemdikbud.go.id
Continue Reading...

Selasa, 16 Juni 2015

MENGINTIP TETANGGA MENGGUNAKAN DRONE

DronePesawat kecil yang dapat dikendalikan dari jarak jauh alias drone sekarang semakin terjangkau oleh konsumen. Dengan harga di bawah Rp 1 juta pun, konsumen di Amerika kini bisa memiliki sebuah drone.

Bersamaan dengan perkembangan, muncul pula penyalahgunaan drone dan keluhan mengenai privasi. Banyak warga merasa diintip tetangga yang menggunakan sebuah drone berkamera.
Masalah ini sempat diangkat dalam film komedi serial Modern Family di televisi ABC. Tokoh Gloria yang sedang berjemur di bawah sinar matahari harus berurusan dengan drone tetangga yang mengintipnya secara hi-tech.
Peristiwa serupa terjadi di dunia nyata. Charlie Rose di Atlanta, Negara Bagian Georgia, merekam gambar sebuah drone yang mendekati rumahnya.
"Saya tidak mau ada drone mengganggu privasi saya," kata Charlie Rose.
Sementara itu, di Miami, Florida, Chirstina Alessi diintip dengan drone saat menyusui anaknya.
"Saya mencoba menjatuhkan drone itu," kata ibu tiga anak ini. Ia merasa, bila di rumah sendiri tidak bebas menyusui anak, ke mana lagi ia bisa dengan nyaman melakukan kegiatan tersebut?
Peristiwa yang lebih dramatis terjadi di New Jersey. Seorang warga menelepon nomor panggilan darurat 911 dan melaporkan adanya drone tetangga yang dicurigai digunakan untuk mengintip.
"Ada laki-laki menerbangkan sebuah drone di atas kediaman saya," demikian suara perempuan yang menelepon 911.
Tak lama kemudian, giliran sang laki-laki menelepon 911. Ia melaporkan, "Tetangga saya mengeluarkan senapan. Mereka menembak ke arah saya, dan menembak jatuh dronesaya dari udara."
Untuk isu privasi drone ini, perangkat hukum memang lagi-lagi harus memangkas ketertinggalan. Kejadian ini mirip dengan yang terjadi saat kacamata pintar Google Glass mulai diuji coba, dan juga ketentuan hukum seputar penggunaan smartphone saat menyetir atau berjalan.
Pengamat hukum dari University of Washington, Ryan Calo, mengatakan, "Sedikit sekali perundang-undangan privasi di Amerika yang membatasi penggunaan drone, baik oleh pemerintah maupun perseorangan."
Sementara ini, baru delapan dari 50 negara bagian di AS yang membatasi penggunaan drone.

SUMBER : teknoupdateindo.com
Continue Reading...

Senin, 08 Juni 2015

Menuju Tahun Ajaran Baru 2015 2016 dan Batas Akhir Cut Off BOS SM 1 Juli 2015

(Sumber : dapo.dikmen.kemdikbud.go.i d​)


Yth. Bapak/Ibu
1. Kepala SMA/SMK/SMLB
2. Kepala MKKS
3. Teman-Teman Operator Dapodikmen
di Seluruh Nusantara


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Alhamdulillah Puji Syukur Kita panjatkan kepada Allah SWT, pada bulan Juni ini kita telah mulai memasuki semester ganjil tahun ajaran 2015/2016 serta memasuki babak baru periode Juli - Desember 2015 penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Sekolah Menengah. Sehubungan dengan hal tersebut, setelah mencermati Juknis BOS SMA/SMK tahun 2015 diketahui bahwa batas akhir Cut Off ke-1 BOS SM 2015 untuk periode Juli - Desember 2015 adalah tanggal 1 Juli 2015.

Dalam rangka penyuksesan penyediaan Data Pendidikan Menengah untuk penyaluran BOS SM 2015 untuk periode Juli - Desember 2015, Tim Dapodikmen Pusat telah melakukan beberapa langkah-langkah sebagai berikut diantaranya :
  1. Penyempurnaan Aplikasi Dapdikmen sesuai masukkan dari para operator dapodikmen.
  2. Melakukan pengaktifan referensi  Semester Ganjil 2015/2016. Dengan demikian sekolah telah dapat melakukan update untuk dapat login dan melakukan proses periodikal pada semester ganjil tahun ajaran 2015/2016. Secara teknis proses periodikal yang dapat dilakukan adalah (a) melakukan proses kelulusan untuk siswa Kelas XII Tahun Ajaran 2014/2015, (b) melakukan proses kenaikan kelas, dan (c) melakukan up date seluruh data pada semester Ganjil 2015/2016. 

Selanjutnya, Kami mohon teman-teman operator dapodikmen segera melakukan update data dengan beberapa langkah-langkah teknis sebagai berikut:
1. Login pada semester Genap 2014/2015 kemudian melakukan validasi dan sinkronisasi.

2. Setelah selesai sinkronisasi, log out/keluar dari aplikasi kemudian lakukan refresh (ctrl + f5).

3. Silahkan login ke semester Ganjil 2015/2016, kemudian melakukan proses update data:
a) Update data sekolah
Lakukan update data identitas sekolah dan data-data pendukungnya, yaitu dengan melengkapi data yang masih kosong dan edit data yang mengalami perubahan. Data pendukung Identitas sekolah meliputi: data periodik, sanitasi, blockgrant, Yayasan, Program pengajaran dilayani/Paket Keahlian dilayani/Jenis ketunaan, s/d akreditasi.

b) Update data Sarpras
Lakukan update data sarana prasarana dan data-data pendukungnya, yaitu dengan melengkapi data ruangan yang belum masuk dan edit data yang mengalami perubahan. Untuk data periodik di semester Ganjil 2015/2016 ini akan kembali kosong, untuk pengisiannya dapat menggunakan tombol “ Salin semua data periodik”. Fungsi tombol ini akan menyalin data isian data periodik yang telah diisikan di semester sebelumnya, selanjutnya tinggal melakukan update/edit data yang mengalami perubahan. 

c) Update data PTK
Lakukan update data PTK dan data-data pendukungnya, yaitu dengan melengkapi data PTK yang belum lengkap dan edit data yang mengalami perubahan. Untuk data penugasan di semester Ganjil 2015/2016 ini akan kembali kosong, untuk pengisiannya dapat menggunakan tombol “ Salin penugasan”. Fungsi tombol ini akan menyalin data isian penugasan PTK yang telah diisikan di Tahun Ajaran sebelumnya, selanjutnya tinggal melakukan update/edit data yang mengalami perubahan. Cek dan update juga data pendukung PTK meliputi: data Anak, bea siswa, buku yang pernah ditulis dan seterusnya sampai dengan data riwayat jabatan fungsional.

d) Update data Peserta Didik
Lakukan update data Peserta Didik dan data-data pendukungnya, yaitu dengan melengkapi data Peserta Didik yang belum lengkap dan edit data yang mengalami perubahan. Untuk data periodik di semester Ganjil 2015/2016 ini akan kembali kosong, untuk pengisiannya dapat menggunakan tombol “ Salin Data Periodik”. Fungsi tombol ini akan menyalin data isian periodik Peserta Didik yang telah diisikan di semester sebelumnya, selanjutnya tinggal melakukan update/edit data yang mengalami perubahan. Cek dan update juga data pendukung Peserta meliputi: data prestasi, beasiswa.

e) Melakukan Proses Kelulusan kelas XII Tahun Ajaran 2014/2015
Silahkan login ke semester Ganjil 2015/2016 kemudian masuk ke tab Pesera Didik. Pilih dan berikan cek list pada peserta didik yang akan diluluskan, dan selanjutnya klik pada tombol “Proses bersama kelulusan”. Pada window proses kelulusan, isian “Keluar karena = pilih “Lulus”, isian “Tanggal Keluar sekolah” = isi “15 Mei 2015”, isian “Alasan” = isi “Lulus”. Proses selengkapnya diuraikan pada Buku Panduan Sukses Implementasi Dapodikmen. 

f) Update data Rombongan Belajar/Kenaikan Kelas
Sebelum melakukan proses Kenaikan Kelas ini, pastikan sudah melakukan kelulusan siswa seperti point e). Lakukan update data Rombongan Belajar dengan melakukan proses kenaikan kelas,  pada semester Ganjil 2015/2016 maka data rombongan belajar akan kembali kosong. Silahkan masuk menu “Kenaikan Kelas”  dan lakukan proses kenaikaan kelas untuk seluruh rombongan belajar kelas X dan XI. Secara teknis setelah diklik menu “Kenaikan Kelas” maka ditampilkan form Naik Kelas, pilih salah satu rombel dan klik tombol “simpan dan tutup” , lakukan satu persatu untuk seluruh rombel.

Apabila pada semester Ganjil 2015/2016  terjadi perubahan anggota rombel dikarenakan ada perpindahan siswa atau anggota setiap rombel diatur ulang, maka lakukan perubahan dengan prosedur mengeluarkan siswa yang pindah/dipindah dari rombel lama kemudian dimasukkan ke rombel yang baru. Pengeditan nama rombel sebaiknya dilakukan setelah menyelesaikan proses kenaikan kelas untuk seluruh rombel. Bila anggota rombel semester ganjil 2015/2016 tidak sama dengan semester sebelumnya (sekolah mengadakan pengacakan anggota rombel), maka langkah yang dilakukan adalah membuat Rombel Baru dan memasukkan Siswa ke dalam rombel secara manual, pada jenis pendaftaran pilih “naik kelas”. Dalam hal ini tombol kenaikan kelas tidak digunakan.

g) Validasi dan Sinkronisasi
Setelah semua proses update data di aplikasi Dapodikmen (di komputer lokal) dilakukan maka proses selanjutnya adalah melakukan proses validasi dan sinkronisasi. Pada proses validasi pastikan invalid = 0 (nol) jika telah melakukan penambahan data. Hasil dari update data melalui proses sinkronisasi dapat dilihat saat login sebagai operator sekolah  di manajemen Dapodikmen (laman:dapo.dikmen.kemdikbud.go.id.

Secara umum langkah-langkah yang diuraikan di atas adalah proses teknis untuk melakukan update data pada Aplikasi Dapodikmen di Tahun Ajaran 2015/2016, dimana dalam pelaksanaannya dapat menyesuaikan dengan proses periodikal di Sekolah. 

Atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu serta teman-teman operator sekalian, kami ucapkan terima kasih

Lakukan update Dapodikmen sekarang…..
Jangan Tunda Sampai Esok……
Selamat Bekerja….
Salam Satu Data Dapodikmen….

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kepala Sub Bagian Data dan Informasi
Ditjen Pendidikan Menengah


Arie Wibowo Khurniawan

Continue Reading...